Tanaman Herbal dan Rempah sebagai Pengaya Cita Rasa

herbal

Tanaman bumbu Dapur

Tanaman bumbu atau herbal memiliki aroma khusus yang digunakan untuk penyedap pada sajian makanan, diperkirakan pada awalnya dibudidayakan sejak ribuan tahun yang lalu sebelum permulaan peradaban: mungkin kegiatan bercocok tanam tersebut mengisyaratkan dimulainya peradaban itu sendiri. Herbal memiliki arti yaitu tanaman dengan daun, biji, atau bunga yang digunakan sebagai bumbu, penyedap, makanan, pengobatan atau pewangi.

Terdapat catatan yang menunjukkan bahwa ilmu pengetahuan awal mengenai budidaya herbal dan penggunaannya telah ada di Mesir, China, India, Arab, Persia, dan Yunani, serta penggunaan herbal pada kuliner tetap menjadi tradisi yang berakar kuat.

Saat ini, herbal merupakan unsur yang sangat penting dan lebih mudah untuk diperoleh dibandingkan dari sebelumnya. Tanaman herbal telah dibudidayakan dalam skala kecil di kebun pribadi, pada skala besar untuk dijual ke supermarket dan toko kelontong, serta digunakan oleh koki di dapur restoran mereka.

tanaman herbal

Tanaman bumbu semakin banyak dijual dalam keadaan segar, yang mana hal tersebut merupakan kondisi yang terbaik, dan ketersediaan herbal kering membuatnya mudah diperoleh sepanjang tahun; banyak bumbu kering yang mampu mempertahankan aroma mereka.

Keuntungan tambahan dari tanaman herbal sebagai tanaman pekarangan adalah mudahnya tanaman tersebut untuk tumbuh, secara umum juga tidak memerlukan kondisi atau tanah yang khusus . Tampak cantik di pekarangan dan indah saat digunakan dalam sajian, tanaman bumbu meningkatkan rasa makanan dan juga baik bagi kita.

Rempah-rempah

Saat ini rempah rempah sangat mudah dijumpai dan diperoleh, bahkan saat kita berada di pasar maupun di supermarket beraneka jenis rempah tersedia dengan jumlah yang sangat banyak. Tentu hal ini sedikit berbeda jika dibandingkan di masa lalu, di mana nilai rempah setara dengan emas saat di timbang. Bahkan tak asing pula bila rempah rempah diawasi layaknya barang yang sangat berharga.

spice rempah

Di samping kegunaan rempah-rempah sebagai bahan pengawet makanan, juga memiliki peran dalam hal keagamaan serta bahan yang sangat penting untuk obat-obatan di masa lalu, bahkan peran rempah rempah dalam bidang politik pun sangat besar. Perdagangan rempah rempah menyokong keuangan Kekaisaran Belanda, juga membuat kota kecil Venice memiliki pengaruh yang besar.

Banyak rempah rempah yang berasal dari daerah Asia tropis, misalnya : kayu manis, pala, jahe, merica, cengkeh. Sedangkan untuk daerah Amerika : Jamaica pepper ( Allspice), vanilla, dan cabe. Dan negara-negara di mediterania : ketumbar, mustard, adas, biji poppy, dan Kelabat (Fenugreek) ; daerah dingin di Eropa menumbuhkan jintan, dill, dan juniper.

Terdapat suatu masa dimana rempah-rempah begitu berharga sehingga disimpan secara terkunci dalam kotak khusus dan penggunaan rempah-rempah yang banyak dalam sajian merupakan indikasi kekayaan sang tuan rumah. Saat ini, banyak yang menggunakan ke rempah-rempah untuk menangkap rasa eksotis daerah yang jauh tanpa harus meninggalkan dapur kita sendiri.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s